navigasi menu

Friday, January 26, 2018

Kasih sayang ayah ibu sepanjang masa

Sangat beruntung sekali aku memiliki orang tua seperti mereka, saat susah sedih nakalku mereka selalu membuka tangan dan hatinya untukku.

Dari kejadian kemarin selama dirumah sakit, aku dapat melihat kasih sayang mereka yang amat tulus kepadaku. Sangat sedih aku mengungkapkan ini semua. Antara bangga bahagia dan kasian kekecewanku terhadap diriku sendiri yang belum pernah membuat mereka bangga karena aku.

Bapak ibuku...
Kenapa kalian sangat baik padaku
Anakmu yang selalu membuatmu susah
Anakmu yang selalu membuatmu sedih

Beberapa minggu lalu saat ku terbaring di rumah sakit melihat mereka tidur terlelap dibawah tak kuasa aku  menahan tangis. Terkadang mereka tidur dilobi hanya membawa selimut dan sarung karena kedinginan.

Ibu,
menggantikan popok saat aku tak bisa bangun, menyuapiku makan dan minum. Saat aku menangis karena sesuatu ibu yang   mendekapku dan berkata "jangan menangis nanti aku ikut menangis". Ketika ibu  pamit pulang dan aku masih dirumah sakit. Aku cium tangan ibuku pamit dan tiba-tiba ibu memelukku dan menangis "niatnya aku mau merawatmu dirumah tapi malah gk boleh pulang sama dokter, hati-hati kalo kekamar mandi"

Bapak,
menuruti apa yang aku butuhkan saat aku tak bisa apa-apa yang hanya terbaring ditempat tidur. Saat waktu kontrol kemarin sore tanggal 25 januari 2018 tiba-tiba aku merasa putus asa "sudah lah ndak usah kontrol-kontrol nanti yo sembuh sendiri tak lepase sendiri jahitannya" tetapi bapakku yang masih lelah menyempatkan waktunya untukku. Mengantarku priksa kontrol untuk melepas jahitan yang ada diperutku. Waktu  sangat lama dari jam 5 sore sampai jam 7 lebih bapak menungguku diluar dimushola rumah sakit. Aku kira bapak tidur atau skalian sholat didalam, ternyata bapak ku tidur disamping tangga deket pintu mushola dilantai yang dingin hingga aku tak tega membangunkan beliau karena mau memanggil aku tak kuasa menahan tangis akhirnya aku menelpon agar bapak bisa bangun.

Terimakasih bapak ibu, sangat sangat tulus rasa sayangmu terhadapku. Tak bisa aku menebus semuanya dengan uang karena sikap kalian sangatlah berharga mahal tak terhingga buatku. semoga panjang umur sehat selalu Amin ya Allah. 

Tuesday, January 23, 2018

Pembunuhan berencana driver online oleh pelajar di Semarang


Semarang - Pada hari Selasa tanggal 23 Januari 2018 pukul 10.00 wib bertempat di Mapolrestabes Semarang telah berlangsung press release Kapolrestabes Semarang terkait pegungkapan kasus Pembunuhan berencana yang terjadi pada hari Sabtu tannggal 20 Januari 2018 di Jl. Cendana Selatan IV Kel. Sambiroto Kec. Tembalang Kota Semarang sesuai laporan polisi nomor : LP/A/01/I/2018/JATENG/RESTABES SMG/SEK. TEMBALANG, tanggal 21 Januari 2018. Adapun modus operandi pelaku adalah ingin menguasai barang milik korban dengan cara menggorok leher korban hingga meninggal dunia.


Pelaku masih pelajar
Usia pelaku masih dibawah umur

Tersangka yang diamankan :
  1. IBRAN JAYA PERKASA alias IBRAN Bin DEVI SATRIA PUTRA usia 16 Tahun, Islam, Pelajar. Alamat : Jl. Lemah Gempal V Rt. 05/Rw. 05 Kel. Barusari Kec. Semarang Semarang Kota Semarang.
  2. DIRGANTARA YUDHO HANGGORO alias TARA Bin ABI ATFALI usia 15 Tahun, Islam, Pelajar. Alamat : Jl. Lebdosari IV No. 9 Rt. 4/Rw. 05  Kel. Kembangarum Kec. Semarang Barat Kota Semarang.

Barang bukti yang disita :
  1. 1 (satu) buah pisau belati berikut dengan sarung kulitnya.
  2. 1 (satu) unit KBM Nissan Grand Livina warna hitam Nopol H-8849-D berikut dengan kunci kontak dan STNK.
  3. 1 (satu) buah dompet kulit.
  4. 1 (satu) buah handphone lphone 6G.
  5. 1 (satu) buah handphone Vivo.
  6. 1 (satu) buah handpone Asus.
  7. 2 (dua) buah handphone Samsung.
  8. 1 (satu) potong celana jeans warna hitam.
  9. 1 (satu) potong kaos warna putih ada bercak darah.
  10. 1 (satu) potong jumper warn hitam.
  11. 2 (dua) pasang sepatu.
  12. Pakaian korban

Kronologis kejadian :

Pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018 sekira jam 20.00 Wib pelaku IBRAN memesan aplikasi Taxi Online Gocar dari rumahnya pelaku IBRAN di Lemah Gempal V No. 18 Rt. 05/Rw. 05 Kel. Barusari Kec. Semarang Selatan Kota Semarang.

Setelah pesanan Taxi Online tersebut datang yaitu mobil jenis Nissan Grand Livina warna hitam Nopol. H-8849-D yang dikemudikan oleh korban a.n. DANI SETYAWAN kemudian pelaku IBRAN dan pelaku DIRGANTARA naik Taxi online tersebut sambil membawa pisau belati milik pelaku anak IBRAN yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu dan berangkat dari Lemah Gempal tersebut menuju ke Perumahan di Sambiroto.

Sesampainya didaerah Perumahan Korpri di Sambiroto Jl. Cendana Selatan Raya untuk pelaku IBRAN kemudian membayar ongkos taxi online tersebut sebesar Rp. 22.000,- (dua puluh duda ribu rupiah) kepada korban.

Namun ongkos pembayaran tersebut ternyata kurang dan oleh pelaku DIRGANTARA, korban diarahkan untuk menuju kearah rumah saudaranya untuk mengambil kekurangan uang pembayaran ongkos taxi online tersebut

Sesampainya di pertigaan Jl. Cendana Selatan IV pelaku IBRAN yang duduk dibelakang supir langsung mengambil pisau belati yang telah dipersiapkan sebelumnya dan langsung menggorok leher korban hingga korban a.n DANI SETYAWAN meninggal dunia didalam mobil tersebut.

Kemudian setelah korban meninggal dunia pelaku IBRAN turun dari mobil dan menurunkan korban ditengah jalan perumahan Jl. Cendana Selatan IV tersebut dengan dibantu oleh pelaku DIRGANTARA, dan setelah itu pelaku anak lBR langsung mengambil alih kemudi mobil Nissan Grand Livina warna hitam Nopol. H-8849-D milik korban dan membawanya pergi bersama dengan pelaku DIRGANTARA dan mobil tersebut diparkirkan di Jl. Hos Cokroaminoto dengan maksud untuk disembunyikan dan ditinggalkan oleh kedua pelaku anak tersebut setelah itu kedua pelaku anak tersebut pulang kerumahya masing-masing.

Untuk pisau belati beserta kunci mobil dan dompet korban dibawa dan disembunyikan oleh pelaku IBRAN dirumahnya.

Untuk Handphone Iphone 6G dan Handphone Samsung milik korban dibawa dan disembunyikan oleh pelaku DIRGANTARA.

Tersangka ditangkap pada hari Senin tanggal 22 Januari 2018 sekira pukul 21.00 Wib di wilayah hukum Polrestabes Semarang oleh anggota Unit Idik VI/Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang.

Pada pukul 10.30 wib kegiatan press realese selesai dan selama kegiatan berlangsung berjalan aman dan terkendali.

Aduuuh ... ! mudah sekali menghilangkan nyawa orang pada ndak mikir emaknya gimana hidupinnya sekuat tenaga. Astaghfirullah anak dibawa umur sudah berani kriminal sekejam itu hanya karna uang pembayaran kurang.

Buat teman-teman hal ini jangan pernah dicontoh ingat! Tuhan selalu melihat kita. Terimakasih sudah menyimak.

Sunday, January 21, 2018

Pengalamanku pertama kali di meja Operasi (sesar)


Saya hanya ingin berbagi pengalaman dimana dari saya hamil sampai saya melahirkan bukan ingin menakut-nakuti para ibu dan calon ibu yang belum pernah merasakan operasi sesar.

Dulu tidak pernah terfikirkan nantinya kalau saya akan operasi dan bagaimana rasanya. Karna saya sangat optimis akan melahirkan normal seperti kebanyakan para ibu-ibu lainnya.

Selalu mengikuti apa kata bidan atau orang tua dulu-dulunya. Bangun tidur kepintu kibasin rambut sebanyak tiga kali kata orang tua dulu supaya lahirnya mudah. Pagi jalan pagi berjemur itu memang baik kesehatan ibu dan janin agar sehat dapat menghidup udara pagi yang segar. 

Usia kandungan 8 bulan makin rajin lakuin ritual (ealah bahasanya serem amat hehehe) maksudnya lakuin kegiatan yang berharap nantinya lahir normal. Sesering mungkin priksa rutin sama dokter spesialis kandungan untuk melihat perkembangan janin.

Pada usia kehamilan 39 weeks hari kamis malah merasakan kontraksi yang lumayan lama kira-kira 30 menit ada, belum terasa sakitnya karena setelah itu berhenti. Tetapi pagi hari dihari jumat tanggal 12 januari 2018 tidak tau pasti jam berapa rasanya pengen pipis terus ternyata ada bercak darah. Dalam hati rasanya seneng dan was was karena dirumah tidak ada orang takutnya brojol dirumah belum siapin perlengkapan juga. Sambil nunggu ortu dirumah saya nyiapin perlengkapan dan memberi kabar kepada suami kalau saya sudah ada tanda-tanda melahirnya.

Bidan desa datang (Bidan Tri) langsung kerumah setelah diberi kabar sama ibuku kalau saya mengeluarkan tanda-tanda melahirkan. Setelah diperiksa saya sudah bukaan satu, seneng banget donk difikiran sudah kebayang bakalan lahir normal. Langsung setelah dipriksa bidan kita semua kerumah sakit dengan perut yang sedang kontraksi ringan. Sampai rumah sakit jam setengah 3 sore menunggu di ruang IGD berjam-jam. jam stgh 5 baru dipindah ke ruang bersalin hingga jam 9 malam lebih.

Kenapa sampai jam 9 lebih karena saya akan dirujuk ke rumah sakit semarang yan lebih lengkap peralatannya karena nantinya bayi saya harus di inkubator. Sampai di rumah sakit semarang jam 11 langsung ditangani dokter keruang usg lagi untuk memeriksa apakah bisa normal atau tidak. Tiba-tiba dokter memanggil suami saya untuk melihat hasilnya. Dokter berkata ini kalau dilahirkan normal takutnya bayi stres langsung meninggal jadi jalan satu-satunya adalah operasi. Langsung saja suami menandatangani persetujuan dokter dalam hati aku terus membaca doa yang katanya agar hati tetap tenang jadi tensi tidak naik.
Ilustrasi Ruang Operasi

Para bidan menyiapkan perlengkapan operasi seperti baju operasi yang harus saya kenakan. Pukul setengah 12 malam saya masuk ruang operasi untuk pertama kalinya aku masuk dimeja operasi tepat ditengah-tengah ruangan dengan lampu yang sangat banyak. Aku siap tidak siap harus siap dan tidak takut, aku mencoba terus tenang. Dipasang ini itu selang oksigenlah apa lah banyak disuntik anastesinya tepat dipinggang tidak tau berapa kali suntikan saya rasa hanya dua kali dan itu rasanya sangat luar biasa sampai tangan bidannya saya genggam erat dengan spontan "Aaaaduh.. (pengen nangis rasanya" dok bolehkan suamiku ikut kesini katanya tidak boleh.

Suhu diruang operasi sangat dingin tidak tau berapa c° suhunya menggigil rasanya tubuhku. Obat bius mulai merasuk kaki hingga uluh hati mati rasa. Saya tidak berani melihat hanya tutup mata dengan sesekali aku melihat tangan dokter beraksi. Saya terkejut karena tiba-tiba pukul 00:34 anak saya lahir menangis hik hik gitu spontan saya ikut meneteskan air mata. perasaan tadi baru dibius kapan perut ini di iris??? ( heran ). Saat berjalannya operasi efek nya bikin mual dan saya muntah-muntah tapi katanya itu wajar. 

Selesai dijahit langsung pindah ke ruang biasa, awalnya tidak merasakan apa-apa. Beberapa menit kemudian aku menggigil teramat sangat berjam-jam gigi bergoyang sampai muka ini dikompres air hangat dengan dekapan pelukan ibuku 😢. Dalam hati ya allah ternyata segalak-galaknya ibuku dia sangat sayang dan kawatir sama aku (nangis). Terlihat sekali wajah ibuku yang sedih ndak mau makan dan minum.

Belajar bangun jalan ibuku juga yang bantu. Makasih emak ku 😢😭 tapi cucumu sudah diambil sama yang menciptakan. Suatu saat nanti dapet cucu lagi aku janji.

Terimaksih sudah membaca