navigasi menu

Friday, December 15, 2017

Gaya hidup - Suami Mutilasi Istri

Polisi berhasil mengungkap dalang pembunuhan seorang wanita yang dimutilasi dan dibakar di Ciranggon, Majalaya, Karawang, Jawa Barat. Motif di balik pembunuhan keji tersebut karena sakit hati.
Korban diketahui bernama Siti Saidah alias Sinox alias Nindy alias Desi Wulandari (21). Pembunuhnya tak lain suaminya sendiri bernama M Kholil bin Entong (23).

"Sempat terjadi pertengkaran antara tersangka dengan korban. Motifnya karena sakit hati, korban nyebut-nyebut orangtua dia (tersangka). Sudah sakit hati dia (tersangka) tersinggung," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mapaseng, saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (14/12/2017).
Pertengkaran tersulut karena persoalan tuntutan hidup. Saat itu, kata Maradona, korban yang bekerja sebagai sales promotion girls (SPG) sebuah perusahaan properti meminta suaminya yang merupakan petugas kebersihan itu membelikan mobil.
"Caranya beli mobil, jual motor. Tapi suaminya ini tidak menyanggupi. Bertengkarlah, sampai ke masalah susu anak dan merembet ke orangtua," kata Maradona.
Kholil mengaku telah membunuh istrinya dengan cara memutilasi dan membakarnya. 
"Kepala dan kedua kaki korban dibuang di tiga tempat yang tak berjauhan, yakni di wilayah Curug Cigentis, Loji, dan Pangkalan, Karawang," 

Hasil pemeriksaan juga mengungkap pembunuhan keji tersebut sudah direncanakan tersangka.
Sehari sebelum dibunuh, korban diinapkan di rumah kontrakan mereka. Lalu tersangka membeli sebilah golok dan plastik untuk membungkus potongan tubuh sang istri.
Tidak perlu menuntut banyak kepada suami atau pun orang tua hanya untuk gaya hidup gengsi sama teman, yang terpenting hidup rukun aman damai Allah pasti memberikan rejeki yang cukup insyallah bisa dapat lebih kita syukuri dan jaga apa yang sekarang kita miliki. Semoga kita selalu dalam lindungan dan jalan Allah. Amin

Thursday, December 14, 2017

Perempuan itu istimewa

Pantangan dan aturan yang sangat banyak, pengalaman pertama yang pasti ditakuti semua perempuan karena ia harus mempertaruhkan nyawanya demi generasinya.

Persiapan mental yang sangat penting dibutuhkan para perempuan, jika ia tegang banyak pikiran akan menyusahkan calon ibu bahkan bisa sampai membahayakan calon bayi.

Menjelang hari nya perasaan yang berubah-ubah tidak menentu tiba-tida sedih tiba-tiba menangis dan tiba-tiba seneng tapi lebih banyak sedih dan gelisahkan karena memikirkan bagaimana nantinya apakah saya dapat selamat atau tidak semangat harus selalu semangat mencoba tenang agar calon bayi selamat lahir didunia.

Ibu memang pahlawan yang sangat luar biasa wajar saja ia garang tegas tidak ingin anaknya nakal bandel karena selama mengandung 9 bulan itu tidak mudah tidak enak rasanya.

Rasa sakit saat ia melahirkan anaknya tidak akan pernah ia tuntut ke anaknya, kesakitannya terbayar saat anaknya keluar dari rahimnya.

Semua perempuan didunia ini pasti akan merasakan betapa beratnya menjadi seorang ibu tapi semua ada balasannya kebahagiaan.
semoga saja saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya nanti. Demi calon anak apapun kupertaruhkan harta yang sangat berharga hanyalah kamu "anak" bukan waktu sebentar aku  menunggu kelahiranmu. Jika sudah lahir nanti jadi anak yang berbakti sama ayah mu nanti yah! jangan lupa juga sama ibu ^_^ Mr. x aku tunggu kamu didunia ini nak.

Jangan pernah lupakan pengorbanan ibu untuk mu hadir di dunia ini. terenyuh saya menulis ini pemikiran yang spontan muncul. Terimakasih sudah membaca artikel saya.


Pengorbanan Seorang Ayah (Sepeda Ontel & Motor Upluk)

Bukan hanya di film atau di video yang beredar banyak di media sosial yang menunjukkan  seorang anak yang tidak mau diantar bapaknya menggunakan kendaraan yang jelek. Pastinya malu gengsi dengan teman-teman lainnya, ada kalanya diejek begini begitu yang membuat jiwa orang jadi terguncang. Entah jadi anak yang selalu menuntut orang tuanya harus punya motor bagus dll.




Beberapa waktu lalu media sosial juga dihebohkan dengan foto viral seorang bapak-bapak mengantar anaknya sekolah dengan sepeda ontel. Di foto tersebut tampak sesorang siswa bersekolah berseragam putih abu-abu kerudung putih dibonceng oleh lelaki tua menggunakan sepeda. Sepedanya bukan sepeda bagus tetapi sepeda ontel yang tak lagi mulus dan bagus. Kisah ini nyata bukan rekayasa,salut kagum kepada bapak yang memperjuangkan anaknya untuk bisa sekolah lebih salut lagi kepada si anak yang tidak gengsi di jemput ayahnya dengan mengendarai sepeda butut yang reot. Sangat jarang di era jaman sekarang ada anak yang seperti ini.

Duh, jadi baper dan keinget masa dulu waktu diantar jemput bapak tapi bedanya hanya di sepeda dan sepeda motor butut.

"Berikut sepenggal cerita pribadiku..."

Pada zaman dahulu eeee bukan zaman now ya...., kira-kira tahun 2009 awal-awal masuk SMK sering diantar jemput sama bapaak menggunakan sepeda motor butut yang sering mogok, pernah terbesit rasa malu iri sama teman yang lain. Karena aku takut naik kendaraan umum seperti bus. Tetapi aku berfikir kedua kali untuk apa aku malu! untuk apa aku iri! sedangkan aku sebenarnya sudah mempunyai hal yang lebih mahal dari motor bagus! Bapakkuyang tidak ternilai pengorbanannya, waktunya, sibuknya yang sudah beliau sempatkan untukku saat itu. Masih beruntungnya aku, karna yang dibawahku pasti lebih banyak tetap bersyukur karena roda itu berputar. 

Angan-angan dapat membeli sepeda motor yang lebih bagus pun sudah tercapai meskipun harus banyak bersabar bertahun-tahun sampai lulus SMK. Setelah itu aku melanjutkan kuliah di semarang sepeda motornya dibawa kakak, dan aku kembali lagi seperti awal-awal dulu aku sekolah SMK diantar jemput bapak lagi. Namun bedanya hanya sampai jalan raya kemudian aku naik angkutan umum (Bus) berani tidak berani harus belajar berani, pulang kuliah juga seperti itu harus dijemput lagi kira-kira selama dua tahun. Meski cuaca hujan angin badai tetap dijemput jam berapapun, ya kadang aku harus menunggu kadang juga bapak yang menunggu. 

Cukup sampai disini saja pengalaman pribadinya ndak usah panjang-panjang dan detail, kalau mengingat masa dulu jadi terharu nangis hiks hiks. Sampai sekarang juga motor bututnya masih setia dipakai bapak walaupun sudah ada yang lebih bagus ndak rewel-rewel tetep saja milihnya yang butut karena satu alasan (Ngirit) ^_^ heehee....

"Pokoke bapakku jos panjang umur sehat selalu

ora usah gaya nek isih gendol wong tuo, opo manih gengsi nak wong tuo ora sugih koyok bondone syahrini. Disyukuri tur yo usaha ben iso due bondo koyok syahrini nek sawah numpak jet kolet rudo loro amin heheheheheh

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca aktikel saya ini semoga-moga bisa bermanfaat dan ada hikmah yang bisa diambil dari cerita  dan pengalaman ku diatas.


Sumber : tribunnews 
⥲⥲⥲⥲  pengalaman pribadi